Penterjemah alih Bahasa

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : FADIL
Silahkan Pilih Warna Latar Blog ini Sesuai Dengan kenyamanan Yang Anda Suka

navigasi bar hidden

AMPI JAYA...!!! SELAMAT DATANG DI WEBSITE DPD SATMA AMPI KOTA BINJAI ...!!! KAMI PERSILAHKAN ANDA MENIKMATINYA
<- CLOSE

www.sdn055995.blogspot.com

border="0" /> style="border:none;"/>
Beranda Profil Satma Mars AMPI Manajemen Organisasi Struktur Pengurus KIRIM DONASI aNDA-KE_ Dunia Pendidikan
Sejarah Visi dan Misi Lambang Hymne Ampi Sanksi Anggota Kode Warna Nama Warna=Kode
Sabar ya...!!! Jika SITUS INI LOADING..nya Lambat...!!! KAMI PERSILAHKAN ANDA MENIKMATINYA

Sabtu, 12 Maret 2011

Manajemen Organisasi

Pengertian Sederhana Manajemen

Manajemen berasal dari bahasa Prancis kuna ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Karenanya, manajemen dapat diartikan sebagai ilmu dan seni tentang upaya untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien. Efektif artinya tujuan dapat dicapai dalam waktu yang singkat sedangkan efisien dapat diartikan pencapaian tujuan dengan biaya yang rendah. Jadi efektif mengacu pada lamanya waktu untuk mencapai tujuan dan efisien mengacu pada biaya yang dikeluarkan lebih sedikit.

Manajemen Sebagai Ilmu dan Seni

Ilmu manajemen merupakan suatu kumpulan pengetahuan yang disistemisasi, dikumpulkan dan diterima kebenarannya. Hal ini dibuktikan dengan adanya metode ilmiah yang dapat digunakan dalam setiap penyelesaian masalah dalam manajemen. Metode ilmiah pada hakikatnya meliputi urutan kegiatan sebagai berikut:
1.      Mengetahui adanya persoalan.
2.      Mendefinisikan persoalan.
3.      Mengumpulkan fakta, data dan informasi.
4.      Menyusun alternatif penyelesaian.
5.      Mengambil keputusan dengan memilih salah satu alternatif penyelesaian.
6.      Melaksanakan keputusan serta tindak lanjut.

Selain manajemen sebagai ilmu, manajemen juga dianggap sebagai seni. Hal ini disebabkan oleh kepemiminan memerlukan kharisma, stabilitas emosi, kewibawaan, kejujuran, kemampuan menjalin hubungan antaramanusia yang semuanya itu banyak ditentukan oleh bakat seseorang dan “kadang” tidak dapat dipelajari.

Prinsip dan Fungsi Manajemen Organisasi
A. Prinsip Manajemen Organisasi

Organisasi adalah: kesatuan yang terdiri atas bagian-bagian di dalam perkumpulan  dan sebagainya untuk tujuan tertentu. Atau kelompok kerja sama  antara orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.

Prinsip dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum yang merupakan sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Dalam hubungannya dengan manajemen prinsip-prinsip bersifat fleksibel dalam arti bahwa perlu di pertimbangkan sesuai dengan kondisi-kondisi khusus dan situasi-sitauasi yang berubah. Prinsip-prinsip umum manajemen (general principle of management) dalam organisasi  terdiri dari:

1.    Pembagian kerja (Division of work)

Pembagian kerja harus disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian sehingga pelaksanaan kerja berjalan efektif. Oleh karena itu, dalam penempatan pengurus harus menggunakan prinsipthe right man in the right place. Pembagian kerja harus rasional/objektif, bukan emosional subyektif yang didasarkan atas dasar like and dislike. Dengan adanya prinsip the right man in the right place akan memberikan jaminan terhadap kestabilan, kelancaran dan efesiensi kerja. Pembagian kerja yang baik merupakan kunci bagi penyelengaraan kerja. kecerobohan dalam pembagian kerja akan berpengaruh kurang baik dan mungkin menimbulkan kegagalan dalam penyelenggaraan pekerjaan, oleh karena itu, seorang pemimpin yang berpengalaman akan menempatkan pembagian kerja sebagai prinsip utama yang akan menjadi titik tolak bagi prinsip-prinsip lainnya.


2.    Wewenang dan tanggung jawab (Authority and responsibility) 
Setiap pengurus dilengkapi dengan wewenang untuk melakukan dan setiap wewenang melekat atau diikuti pertanggungjawaban. Wewenang dan tanggung jawab harus seimbang. Setiap pekerjaan harus dapat memberikan pertanggungjawaban yang sesuai dengan wewenang. Oleh karena itu, makin kecil wewenang makin kecil pula pertanggungjawaban demikian pula sebaliknya. Tanggung jawab terbesar terletak pada pimpinan puncak. Kegagalan suatu usaha bukan terletak pada pengurus, tetapi terletak pada pucuk pimpinannya karena yang mempunyai wewemang terbesar adalah pimpinan puncak. oleh karena itu, apabila pimpinan puncak tidak mempunyai keahlian dan kepemimpinan, maka wewenang yang ada padanya merupakan bumerang.

3.    Disiplin (Discipline)

Disiplin merupakan perasaan taat dan patuh terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawab. Disiplin ini berhubungan erat dengan wewenang. Apabila wewenang tidak berjalan dengan semestinya, maka disiplin akan hilang. Oleh karena ini, pemegang wewenang harus dapat menanamkan disiplin terhadap dirinya sendiri sehingga mempunyai tanggung jawab terhadap pekerjaan sesuai dengan wewenang yang ada padanya.

4.    Kesatuan perintah (Unity of command)

Dalam melakasanakan pekerjaan, pengurus harus memperhatikan prinsip kesatuan perintah sehingga pelaksanaan kerja dapat dijalankan dengan baik. pengurus harus tahu kepada siapa ia harus bertanggung jawab sesui dengan wewenang yang diperolehnya. Perintah yang datang dari pimpinan lain kepada serorang pengurus akan merusak jalannya wewenang dan tanggung jawab serta pembagian kerja.

5.    Kesatuan pengarahan (Unity of direction)

Dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawabnya, pengurus perlu diarahkan menuju sasarannya. Kesatuan pengarahan bertalian erat dengan pembagian kerja. Kesatuan pengarahan tergantung pula terhadap kesatuan perintah. Dalam pelaksanaan kerja bisa saja terjadi adanya dua perintah sehingga menimbulkan arah yang berlawanan. Oleh karena itu, perlu alur yang jelas dari mana pengurus mendapat wewenang untuk melaksanakan pekerjaan dan kepada siapa ia harus mengetahui batas wewenang dan tanggung jawabnya agar tidak terjadi kesalahan. Pelaksanaan kesatuan pengarahan (unity of direction) tidak dapat terlepas dari pembagian kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, serta kesatuan perintah.

6.    Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri

Setiap pengurus harus mengabdikan kepentingan sendiri kepada kepentingan organisasi. Hal semacam itu merupakan suatu syarat yang sangat penting agar setiap kegiatan berjalan dengan lancar sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik. Setiap pengurus dapat mengabdikan kepentingan pribadi kepada kepentingan organisasi, apabila memiliki kesadaran bahwa kepentingan pribadi sebenarnya tergantung kepada berhasil-tidaknya kepentingan organisasi. Prinsip pengabdian kepentingan pribadi kepada kepentingan organisasi dapat terwujud, apabila setiap pengurus merasa senang dalam bekerja sehingga memiliki disiplin yang tinggi.

7.    Pemusatan (Centralization)

Pemusatan wewenang akan menimbulkan pemusatan tanggung jawab dalam suatu kegiatan. Tanggung jawab terakhir terletak ada orang yang memegang wewenang tertinggi atau pimpinan puncak. Pemusatan bukan berarti adanya kekuasaan untuk menggunakan wewenang, melainkan untuk menghindari kesimpangsiurang wewenang dan tanggung jawab. Pemusatan wewenang ini juga tidak menghilangkan asas pelimpahan wewenang (delegation of authority)

8.    Hirarki (tingkatan)

Pembagian kerja menimbulkan adanya atasan dan bawahan. Bila pembagian kerja ini mencakup area yang cukup luas akan menimbulkan hirarki. Hirarki diukur dari wewenang terbesar yang berada pada pimpinan puncak dan seterusnya berurutan ke bawah. dengan adanya hirarki ini, maka setiap pengurus akan mengetahui kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan dari siapa ia mendapat perintah.

9.    Ketertiban (Order)

Ketertiban dalam melaksanakan pekerjaan merupakan syarat utama karena pada dasarnya tidak ada orang yang bisa bekerja dalam keadaan kacau atau tegang. Ketertiban dalam suatu pekerjaan dapat terwujud apabila seluruh pengurus, baik atasan maupun bawahan mempunyai disiplin yang tinggi. Oleh karena itu, ketertiban dan disiplin sangat dibutuhkan dalam mencapai tujuan.

10. Keadilan dan kejujuran

Keadilan dan kejujuran merupakan salah satu syarat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Keadilan dan kejujuran terkait dengan moral pengurus dan tidak dapat dipisahkan. Keadilan dan kejujuran harus ditegakkan mulai dari atasan karena atasan memiliki wewenang yang paling besar. Pemimpin yang adil dan jujur akan menggunakan wewenangnya dengan sebaik-baiknya untuk melakukan keadilan dan kejujuran pada bawahannya.

11. Stabilitas kondisi Pengurus

Dalam setiap kegiatan kestabilan pengurus harus dijaga sebaik-baiknya agar segala pekerjaan berjalan dengan lancar. Kestabilan pengurus terwujud karena adanya disiplin kerja yang baik dan adanya ketertiban dalam kegiatan. Manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya memiliki keinginan, perasaan dan pikiran. Apabila keinginannya tidak terpenuhi, perasaan tertekan dan pikiran yang kacau akan menimbulkan goncangan dalam bekerja.

12. Prakarsa (Inisiative)

Prakarsa timbul dari dalam diri seseorang yang menggunakan daya pikir. Prakarsa menimbulkan kehendak untuk mewujudkan suatu yang berguna bagi penyelesaian pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Jadi dalam prakarsa terhimpun kehendak, perasaan, pikiran, keahlian dan pengalaman seseorang. Oleh karena itu, setiap prakarsa yang datang dari pengurus harus dihargai. Prakarsa (inisiatif) mengandung arti menghargai orang lain, karena itu hakikatnya manusia butuh penghargaan. Setiap penolakan terhadap prakarsa pengurus  merupakan salah satu langkah untuk menolak gairah kerja. Oleh karena itu, seorang manajer yang bijak akan menerima dengan senang hari prakarsa-prakarsa yang dilahirkan pengurusnya.  Semangat kesatuan, semangat korp Setiap pengurus harus memiliki rasa kesatuan, yaitu rasa senasib sepenanggyungan sehingga menimbulkan semangat kerja sama yang baik. semangat kesatuan akan lahir apabila setiap karyawan mempunyai kesadaran bahwa setiap pengurus berarti bagi pengurus lain dan pengurus lain sangat dibutuhkan oleh dirinya. Manajer yang memiliki kepemimpinan akan mampu melahirkan semangat kesatuan (esprit de corp), sedangkan manajer yang suka memaksa dengan cara-cara yang kasar akan melahirkanfriction de corp (perpecahan dalam korp) dan membawa bencana.

B. Fungsi Manajemen Organisasi

Setidaknya ada empat hal yang merupakan fungsi pokok dalam manajemen organisasi, yakniplanning, organizing, actuating, dan controlling. Fungsi-fungsi pokok ini harus dilakukan dengan melibatkan organ-organ dalam organisasi.
           
1. Planning

Planning/perencanaan adalah hal utama yang harus dilakukan dalam manajemen. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang "begin from the end". Kita tetapkan tujuan bersama yang ingin dicapai. Tujuan adalah pelita yang menunjukkan jalan bahkan di kegelapan malam. Tetapkan visi dan misi organisasi. Yang penting adalah  penetapan tujuan, visi, dan misi organisasi ini harus dilakukan bersama-sama. Minimal tidak dilakukan sendirian. Memang pada umumnya sebuah organisasi didirikan dengan seorang/beberapa tokoh kunci sebagai pemberi konsep. Tetapi konsep itu mutlak harus diketahui oleh tiap orang dalam organisasi agar terdapat kesamaan persepsi. Konseptor tidak mungkin berjalan sendirian dalam perjalanan organisasi. Jangan ragu dalam menetapkan tujuan, visi, dan misi.
           
2. Pengorganisian (Organizing)

Pengorganisasian atau organizing berarti menciptakan suatu struktur dengan bagian-bagian yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga hubungan antarbagian-bagian satu sama lain dipengaruhi oleh mereka dengan keseluruhan struktur tersebut. Pengorganisasian bertujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Selain itu, mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut.

3. Actuating

Actuating/pelaksanaan adalah roh dari organisasi. Hanya omong kosong jika perencanaan tidak diikuti dengan aksi yang sesuai. Implementasi adalah sama pentingnya dengan perencanaan. Tanpa pelaksanaan yang baik rencana akan hancur berantakan tanpa sempat mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu adanya pendelegasian yang tepat untuk                        suatu tugas tertentu. Serahkanlah suatu hal pada ahlinya. Jika ditangani ahlinya tentu suatu persoalan akan selesai lebih cepat dan hasilnya pun baik. Untuk menunjuk orang yang tepat di tempat yang tepat perlu adanya komunikasi terus menerus antara anggota                        organisasi. Dengan adanya komunikasi dan silaturahmi, kompetensi seseorang seringkali akan dapat diketahui. Selain itu komunikasi sangat penting dilakukan antara planner danactuator. Komunikasi penting untuk menyelaraskan antara keinginan perencana dengan pelaksana. Agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat mengganggu jalannya organisasi Rencana bisa berubah di tengah jalan jika ternyata pada pelaksanaannya terdapat situasi yang mendesak. Oleh karena itu pelaksanaan haruslah bersifat fleksibel tanpa keluar dari jalur tujuan yang hendak dicapai. Orang mengatakan ‘banyak jalan menuju ke Roma’. Begitupun denganaction (pelaksanaan), ia harus bisa menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Bukan mengalir dengan arus bukan pula melawan arus tetapi berusaha membelokkan arus perlahan-lahan ke arah yang kita kehendaki.

4. Controlling

Controlling adalah kunci dalam manajemen. Walaupun pendelegasian adalah hal yang mutlak dalam organisasi, tetapi pendelegasian bukanlah berarti menyerahkan segala urusan tanpa kendali. Seorang yang buta niscaya akan dapat berjalan dengan normal jika diberitahu jalan yang harus dilewatinya. Begitupun orang-orang dalam organisasi, seburuk-buruknya sistem manajemen jika ada kontrol dan umpan balik yang rutin dilakukan maka hasilnya masih dapat diterima. Haruslah ada sistem reward and punishment dalam manajemen organisasi. Orang yang berprestasi patut diberi penghargaan dan sebaliknya orang yang melakukan kesalahan sebaiknya diingatkan untuk tidak mengulangi kesalahannya. Ini penting sebab sistem ini akan memacu orang-orang dalam organisasi untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya karena merasa dihargai. Hargai prestasi sekecil apapun dan jangan biarkan kesalahan sekecil apapun. Segala sesuatu yang besar dimulai dari yang kecil. Kita harus tegas dalam hal ini. Ini semua dilakukan agar pelaksanaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Tidak melenceng dari sasaran apalagi menetapkan sasaran seenaknya.                       

Pendekatan Cinta dalam Berorganisasi (Loving approach)

Organisasi sebetulnya mirip suatu makhluk hidup. Mengapa? Karena organisasi adalah kumpulan manusia. Manusia yang bersatu untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu kita tidak bisa memandang organisasi sebagai benda mati yang bisa diperlakukan seenaknya. Diperlukan suatu perawatan khusus agar organisasi tetap hidup dan berkembang. Berangkat dari pemikiran itu, prinsip-prinsip manajemen organisasi sesungguhnya adalah manajemen orang-orang didalamnya. SDM merupakan faktor paling penting dalam keberlangsungan hidup organisasi. Manusia adalah pendiri, perancang, pekerja, pengamat, pengkritik, pemutus suatu organisasi. Tanpa mereka tidak ada organisasi. Oleh karena itu konsep manajemen organisasi ideal haruslah berpusat pada manusia.

Tetapi ada hal yang penting namun seringkali terlewatkan oleh banyak manajer/pimpinan organisasi. Yakni pentingnya menyentuh hati manusia dengan hati lagi. Ya, cinta seringkali dilupakan dalam manajemen organisasi. Ada dua hal yang bisa membuat orang total dalam suatu hal, yakni keuntungan dan cinta. Orang bilang cinta itu buta. Jika orang telah merasakan cinta dia akan melupakan kelelahan, kesusahan, penderitaan yang diperoleh dan akan mencurahkan segenap waktunya untuk hal yang dicintainya. Jangan ragu-ragu bagi manajer untuk melakukan pendekatan personal untuk orang-orang dalam organisasi seperti menjenguk jika ada yang sakit, menanyakan kabar, memberi hadiah, melontarkan pujian, dan sebagainya. Perhatikan kebutuhannya dan berempatilah terhadap kesusahannya. Hal-hal ini mungkin kedengarannya remeh tetapi sebenarnya ini solusi yang jitu bagi manajemen organisasi. Cinta akan menjadi perekat yang sangat kuat bagi keutuhan organisasi.


Kedudukan dan Tugas Organisasi sayap

Pandaan merupakan salah satu kota tujuan wisata di provinsi Jawa Timur dan dsanalah pada tanggal 28 Juni 1978 telah dilahirkan organisasi wadah generasi muda yang berorientasi pada karya kekaryaan yang dikenal dengan nama Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).
Lembaga ini didirikan oleh Partai Golkar beserta Kino pendukungnya (Soksi, Kosgoro,MKGR) dan pada awal kelahiran serta keberadaan AMPI adalah untuk memobilisasi dan menyatukan Kader-Kader Golkar yang bernaung dibawah payung organisasi Karya Kekaryaan agar dapat bersinergi dalam suatu wadah bercirikan pembaharuan untuk membangun kesepahaman visi dan misi serta program kerja Golkar.


BAB VII
KEDUDUKAN DAN TUGAS ORGANISASI SAYAP
Pasal 21

1.    Organisasi Sayap dapat dibentuk di setiap tingkatan Partai;
2.    Partai Golongan Karya memiliki Organisasi Sayap Perempuan, yaitu Kesatuan Perempuan Partai Golongan Karya (KPPG) dan Organisasi Sayap Pemuda yaitu Angkatan Muda Partai Golongan Karya (AMPG) dan dapat membentuk Organisasi Sayap lainnya sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan Partai;
3.    Organisasi Sayap di setiap tingkatan memiliki struktur organisasi dan kewenangan untuk mengelola dan melaksanakan kegiatan organisasi sesuai bidang/kelompok strategisnya, yang dalam pelaksanaannya dipertanggungjawabkan pada Dewan Pimpinan Partai sesuai tingkatannya;
4.    Organisasi Sayap tingkat Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan melaksanakan pembinaan dan pengawasan organisasi yang berada satu tingkat dibawahnya;
5.    Kepengurusan Organisasi Sayap ditetapkan oleh Dewan Pimpinan/ Pimpinan Partai sesuai tingkatannya;
6.    Ketua Umum dan Ketua-Ketua Organisasi Sayap sesuai tingkatannya secara ex-officio dijabat oleh Wakil Ketua terkait pada Dewan Pimpinan/Pimpinan Partai ditingkatannya;
7)   Ketentuan lebih lanjut mengenai Organisasi Sayap diatur dalam Peraturan Organisasi.

1.    Partai GOLKAR memiliki Organisasi Sayap yang merupakan wadah perjuangan sebagai pelaksana kebijakan partai yang dibentuk untuk memenuhi kebutuhan strategis, dalam rangka memperkuat basis dukungan partai;
2.    Pembentukan Organisasi Sayap diusulkan oleh Dewan Pimpinan Pusat dan ditetapkan oleh Rapat Pimpinan Nasional;





Partai GOLKAR bertujuan :
1.    Mempertahankan dan mengamalkan Pancasila serta menegakkan UUD 1945;
2.    Mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana dimaksud dalam pembukaan UUD 1945;
3.    Menciptakan masyarakat adil dan makmur, merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia;
4.    Mewujudkan kedaulatan rakyat dalam rangka mengembangkan kehidupan demokrasi, yang menjunjung tinggi dan menghormati kebenaran, keadilan, hukum, dan Hak Asasi Manusia.



Bagian Kedua
TUGAS POKOK
Pasal 8

Untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, tugas pokok Partai GOLKAR adalah memperjuangkan terwujudnya peningkatan segala aspek kehidupan yang meliputi ideologi, politik, ekonomi, agama, sosial budaya, hukum, serta pertahanan dan keamanan nasional guna mewujudkan cita-cita nasional.

AMPI didirikan di pandaan jawa timur pada bulan juni tahun 1978, 
Sebagai pendiri adalah berbagai kader muda GOLKAR seperti PEMUDA KOSGORO 57, MKGR, SOKSI, GAKARI dll. 

Dan juga organisasi kedaerahan yg ingin bersatu dalam wadah AMPI seperti Angkatan Muda Jayakarta, Angkatan Muda Siliwangi, Angkatan Muda Brawijaya, Angkatan Muda Sriwijaya,Angkatan Muda Jaya Karta, Angkatan Muda Diponegoro dan Exponen Muda Partai Golongan Karya dan banyak yg lain, tujuan yg utama adalah ingin tetap tegaknya NKRI ,PANCASILA dan UUD 45 serta memiliki tri dharma ampi yaitu PEMBAHARUAN, KEKARYAAN dan KERAKYATAN yang manusiawi.
Saat ini AMPI memiliki 33 pimpinan daerah propinsi dan juga memiliki pimpinan didaerah tingkat kabupaten dan kota di seluruh indonesia,ditingkat nasional disebut deengan dewan pimpinan pusat (DPP) yang pada saat ini pimpinan pusat tersebut sebagai ketua umum Dave Fikarno Laksono. 

serta sebagai dewan penasehat nya adalah bapak Aburizal Bakrie (Ical).
AMPI bukanlah partai politik , tetapi sebagai warga negara dan hak politik AMPI di salurkan melalui partai GOLKAR,yang memiliki hubungan historis namun tidak struktural. AMPI didirikan di pandaan jawa timur pada bulan juni tahun 1978, 
Sebagai pendiri adalah berbagai kader muda GOLKAR seperti PEMUDA KOSGORO 57, MKGR, SOKSI, GAKARI dll. 

Dan juga organisasi kedaerahan yg ingin bersatu dalam wadah AMPI seperti Angkatan Muda Jayakarta, Angkatan Muda Siliwangi, Angkatan Muda Brawijaya, Angkatan Muda Sriwijaya,Angkatan Muda Jaya Karta, Angkatan Muda Diponegoro dan Exponen Muda Partai Golongan Karya dan banyak yg lain, tujuan yg utama adalah ingin tetap tegaknya NKRI ,PANCASILA dan UUD 45 serta memiliki tri dharma ampi yaitu PEMBAHARUAN, KEKARYAAN dan KERAKYATAN yang manusiawi.
Saat ini AMPI memiliki 33 pimpinan daerah propinsi dan juga memiliki pimpinan didaerah tingkat kabupaten dan kota di seluruh indonesia,ditingkat nasional disebut deengan dewan pimpinan pusat (DPP) yang pada saat ini pimpinan pusat tersebut sebagai ketua umum Dave Fikarno Laksono. 
serta sebagai dewan penasehat nya adalah bapak Aburizal Bakrie (Ical).
(read less)
KEBULATAN TEKAD


Bahwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang dicetuskan Rakyat  Indonesia merupakan puncak perjuangan pergerakan Nasional dan titik awal upaya untuk mewujudkan cita-cita Kemerdekaan, yaitu masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Bahwa Pemuda Indonesia sebagai bagian dari Bangsa Indonesia tetap manunggal dalam sejarah pergerakan, perjuangan dan kelangsungan hidup Bangsanya; bahkan berkat cita-cita, semangat dan dinamika yang berkobar-kobar, Pemuda senantiasa tampil digaris depan sebagai pelopor perjuangan dalam mengibarkan panji-panji kemerdekaan, kebenaran dan keadilan.
Bahwa Pemabngunan Nasional disegala bidang kehidupan yang dilaksanakan sejak Orde Baru, merupakan upaya dan karya nyata untuk mewujudkan cita-cita serta mengisi kemerdekaan. Pemuda sebagai bagian yang tak dapat dipisahkan dari masyarakat, bertanggung jawab serta ikut serta dan memperjuangkan pembaharuan, pembangunan, keadilan dan kebenaran melalui pengabdian kekaryaan yang berdasarkan atas jenis kerja dan - atau lingkungan kerja dengan menjunjung tinggi budi pekerti luhur dan ketajaman akal serta keseimbangan antara kehidupan rohaniah dan jasmaniah.
Dijiwai oleh semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan sadar sepenuhnya akan tanggung jawab serta fungsi Pemuda dan panggilan sejarah, maka kami Pemuda Indonesia yang berasal dari beraneka ragam suku bangsa, lingkungan budaya dan sosial maupun agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa menyatakan kebulatan tekad untuk bersatu padu dalam pemikiran, sikap dan gerak langkah didalam mengemban tugas demi kejayaan Bangsa dan Negara.
Kebulatan tekad ini merupakan bukti nyata dari keinginan kami untuk membentuk satu wadah Angkatan Muda yang berorientasi pada Kekaryaan, sebagai jawaban atas tantangan dan panggilan sejarah masa kini demi masa depan yang lebih baik.
Maka, atas berkat dan rakhmat Tuhan Yang Maha Esa dengan ini kami menyatakan diri dan berhimpun dalam wadah yang secara resmi kami nyatakan berdiri, yaitu:ANGKATAN MUDA PEMBAHARUAN INDONESIA.

Pandaan, 28 Juni 1978

Visi dan Misi

Visi:

"Memantapkan peran kekaryaan AMPI sebagai pilar utama pembinaan kepemudaan Partai Golkar"

Misi:

"Melakukan percepatan konsolidasi kelembagaan dan program untuk memperkuat posisi AMPI ditengah-tengah masyarakat dalam suasana yang demokratisserta menjamin hubungan, baik vertikal maupun horizontal dengan seluruh elemen pemuda kekaryaan sebagai potensi politik Partai Golkar"

Panca Sukses:

Berdasarkan visi dan misi sebagai landasan perjuangan dan pengabdian, orientasi baru pengembangan AMPI adalah PANCA SUKSES yang menjadi prioritas 2009-2014, yakni:
      1. Konsolidasi organisasi
      2. Kaderisasi dan keanggotaan
      3. Partisipasi pembangunan
      4. Penataan administrasi dan kelembagaan
      5. Penguatan hubungan dengan partai Golkar dan organisasi kepemudaan lainnya.

Logo Ampi dan Logo Satma Ampi Binjai


LOWONGAN KERJA TERBARU DI MEDAN

Lowongan Kerja Terbaru